Indonesia / Personal

Anak Baru

Pertama-tama, saya ngga bisa ngga angkat bicara disini soal dua hal yang terjadi sepanjang dua minggu kemarin. Ngga akan panjang-panjang sih. Intinya, saya sebagai warga negara Indonesia merasa kecewa dan sedih dengan apa yang terjadi di 411. Saya sebagai warga dunia kaget dan marah dengan hasil pemilu di AS dan implikasi yang terjadi setelahnya. Dua hal ini sampai bikin perut melilit dan diskusi-diskusi dengan keluarga dan teman-teman menjadi lebih panas dari biasanya. Dan akhirnya …

sepertinya waktunya detoks dari berita dan media sosial lagi deh, ruwet dan absurd banget broh bikin spanneng.

dive-australia-spirit-of-freedom-liveaboard-sea-fan-coral

Sudah waktunya trip diving lagi ini kayaknya / Ngademin internet Source

Baiklah now that’s out of the way, back on a much lighter topic at this little corner of my life… 

Jadi ceritanya saya kembali kerja kantoran setelah tiga tahun berpetualang jadi intercontinental freelancer/pejuang start-up.  Yup, ditengah maraknya millenials berjiwa baja memulai berbagai start-up dengan konsep beragam dan canggih-canggih, millenials yang ini malah balik ngantor.

Namun, perjalanan untuk bisa kembali ngantor (sesuai dengan keahlian, gaji, lokasi) nggak mudah. Butuh waktu hampir setahun hingga menemukan/mendapatkan yang pas. Belum lagi segala bentuk pergulatan batin (dan isi dompet) yang saya lalui. Ping pong pikiran antara meneruskan start-up sembari freelance, meneruskan studi atau kerja tetap membuat #galau2016 #gagalfokus2016 banget. Belum lagi tantangan mencari kerja juga yaaah lumayan bikin berkeringat juga. Bisa terbayang ya stressnya seperti apa.

Beruntung dan bersyukur saya punya orang tua dan orang-orang terdekat yang sangat terbuka berdiskusi soal ini. Sepanjang masa galau ini saya dapat saran-saran, teguran dan dukungan berharga untuk menentukan langkah-langkah kedepan. Keeping my foot on the ground gitu loh.

Gini, sepanjang umur 20an saya itu anaknya bolang (bocah ilang-red) banget. Hampir ngga pernah diem lama di satu tempat. Hampir selalu sekolah /pekerjaan/ jalan-jalan itu beriringan. Pokoknya dunia itu kerang saya ( the world is my oyster tea geuning ), menganggap perjalanan hidup masih panjang, saya masih muda dan bermimpi setinggi langit!  Sampai…

Saya memasuki umur 30an. Kehilangan seorang anggota keluarga dekat membuat saya sadar, hidup saya dan orang-orang dekat saya itu cuma sekali. We’re not going to be around forever. Mendampingi seorang teman dekat melalui proses melahirkan juga membuat saya haru yang tak terkatakan. Sempat bertengkar dengan Ibu dan sejumlah isu-isu lain sepanjang 2015-2016 ini membuat saya banya introspeksi dan merenung, apa tujuan hidup saya, apa yang penting dalam hidup, bagaimana saya memanfaatkan waktu saya, soal gaya hidup, kesehatan dan relasi-relasi dengan orang-orang disekitar saya.

God has mysterious ways of putting life in perspective, I think. Pelan-pelan saya melangkah kedepan lagi.

Maka disinilah saya sekarang, di kota Jakarta. Pindahannya nggak jauh sih memang, cuma dari Bandung ke Jakarta Barat. Tempat tinggal sekarang jaraknya dekat saja dari kantor. Pekerjaannya seru, menarik dan bhaaanyak banget, langsung tancap gas karena tenggat waktu peresmian museumnya direncanakan Q1 tahun depan.

That is all for now dari anak baru Jakarta ini (iya ikutan menuh-menuhin Jakarta haha). Stay happy, stay humble. 

PS: Anyone works/live around the area kapan-kapan kopdar yuk!

Advertisements

20 thoughts on “Anak Baru

    • Hehe, iya Dit. haha older millenial lah transisi 😛 kelahiran 84 gue, temen-temen sepantaran gw mah sakses memimpin start-up yang terkadang membuatku merasa… apalah aku ini (haha). Aww makasih Dit.

  1. Awwww congrats for the new job ya Aya! *panggil nama aja deh ya umurnya juga gak jauh2 :p

    Selamat adaptasi lagi sama office life yaaaak, kangen ihhh. Smoga someday bisa bikin startup sndr 😉

  2. Gosh, Yas. I can feel you. I am not quite sure if I’m ready to leave my twenties.
    Sometimes settling in is not as easy as what people say. But, for the one we love, it’s worth the shot.

    Hope for the best for you at work, smartie!

  3. Jangan bulang kerja di MACAN! OMG so cool!

    Anyway, memasuki usia 30-an gw juga tersadar bahwa dunia ini bukan hanya soal kita dan apa yg kita inginkan. Sewaktu gw menikah, kehilangan ibu, punya anak, ternyata memang gw harus berbagi perhatian kepada orang-orang ini karena banyak sekali momen yang patut disyukuri walaupun ini semua diluar keinginan kita yang membludak sampai setinggi monas. Anyway, goodluck with MACAN, kasih tau kalau mau buka ya! (beneran MACAN kan yah>>)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s